Apa sih penyakit 'Ain itu ?
Saudaraku, penyakit 'ain bukanlah merupakan penyakit medis. Tetapi orang yang terkena penyakit 'ain ini akan berdampak kepada jiwa dan tubuhnya. Dan bisa menyebabkan penyakit medis (fisik).
Penyakit 'ain ini dapat dibagi menjadi 2 klasifikasi:
1. 'Ainul Hasanah (penyakit 'ain karena pujian berlebihan secara emosional).
2. 'Ainul Hasad (penyakit 'ain karena kedengkian berlebihan secara emosional).
Jika kita telisik, keduanya memiliki sebab yang sama, yaitu keduanya adalah penyakit yang diakibatkan pertama kali oleh pandangan mata atau imajinasi pikiran.
Coba kita bayangkan ketika upload foto usg/testpack, berapa ribu atau bahkan berapa juta followers yang kagum tanpa memuji asma-Nya?
Dan coba bayangkan pula berapa banyak orang yang sedih ataupun hasad karena belum bisa menerima amanah yang sama?
Maka, ada baiknya kita merenungi sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini, "'ain itu benar-benar ada! Andaikan sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh 'ain itu yang bisa." (HR. Muslim no. 2188)
Seperti terlihat tidak masuk akal, tapi Rosulullah sendiri yang mengabarkan bahwa 'ain itu benar-benar ada..
Demikian, hanya kepada Allah-lah kita berlindung.
Mengobati Penyakit ‘Ain Pada Anak
Aisyah Radliallaahu 'anha berkata,
“Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata, ”Mengapa bayi kalian menangis ? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?)” (Shahihul jami’ 988 n0.5662)
Dari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)
Cara mencegah dan mengobati ‘ain pada anak:
(1) Sering-sering membacakan doa perlindungan kepada anak ketika anda bersama anak anda. Doa tersebut adalah:
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
“Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR Abu Daud)
(2) Jangan terlalu sering menceritakan atau membangga-banggakan anak kita pada orang lain
Jika orang yang mengenai ‘ain diketahui, maka ia diminta untuk mandi atau berwudhu kemudian air bekas orang tadi digunakan untuk mandi/disiram atau di basuh pada orang yang terkena ‘ain.
Sebagaimana dalam kisah hadits mengenai Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada pelakunya, “Mandilah untuknya!”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepada Sahl) oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana terebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali).” (HR. Ahmad, shahih)
Bisa juga dengan wudhu, jika pelakunya tidak memungkinkan mandi, Dari 'Aisyah Radliallaahu 'anha ia berkata, "Orang yang melakukan 'Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena 'Ain mandi dari air (bekas wudhu tadi)" (HR. Abu Dawud, shahih)
Menaruh tangan ke atas kepala penderita 'Ain, kemudian membaca doa.
"Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dab dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu" (HR. Muslim no 2186)
Atau doa,
"Dengan nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah- mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai 'Ain (mata dengki)" (HR. Muslim no 2185)
Meruqyah dengan membaca surat Al Iklash, Al Falaq , An Naas, dan doa-doa shahih yang lainnya.
Wallahu ‘alam..
Rasulullah
SAW telah menganjurkan umatnya untuk meminta perlindungan kepada Allah
SWT dari gangguan atau penyakit yang menimpa anak pada hari
kelahirannya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim sebagai
berikut:
Dari Aisyah radhiallahu'anha, ia berkata:
كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ
"Dahulu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan 'ain." (HR. Muslim).
Dikutip
dari buku 'Thibbun Nabawi' oleh M. Saifudin Hakim & Siti Aisyah
Ismail, penyakit ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata
orang yang hasad (dengki) atau kagum (takjub) kepada anak-anak.
Dalam
sebuah hadits riwayat Muslim, dijelaskan bahwa penyakit ain itu nyata
kebenarannya. Untuk itu Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk
menerimanya.
"(Pengaruh) 'ain itu nyata (benar)." (HR. Muslim No. 2187)
Imam Muslim dalam riwayatnya yang lain menjelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين
"Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh 'ain itu yang bisa." (HR. Muslim No. 2188).
Orang yang terkena penyakit ain akan mengalami gangguan bahkan kematian. Sebagaimana dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwanya sebagai berikut:
مأخوذة
من عان يَعين إذا أصابه بعينه ، وأصلها : من إعجاب العائن بالشيء ، ثم
تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى
المَعِين
Artinya: "Ain dari kata 'aana - ya'iinu yang artinya:
terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat
sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa yang negatif, lalu jiwa
tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya
kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Allah
SWT juga telah menjelaskan penyakit ain lewat firman-Nya pada QS. Al
Falaq. Meskipun surat tersebut tidak mendefinisikan secara gamblang arti
ain, namun Allah memberikan pemahaman dan cara menghindari penyakit
dengki tersebut.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا
خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ
ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (4)وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)
Artinya:
"Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari
kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap
gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus
pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." (QS. Al
Falaq: 1-5).
Post a Comment for "Penyakit Ain Pada Anak"